Skip to content

Sembilan Puluh Enam Persen Pasar Mobil Dikuasai Jepang di Seluruh Indonesia

May 24, 2011
Pasar Indonesia mobil dimiliki oleh Jepang merek. Merek dari negara-negara lain, seperti Amerika Serikat, Korea Selatan dan Jerman wajah tak berdaya. Pengecualian hanya untuk lulus dari merek Jerman, khususnya Mercedes-Benz, BMW dan Audi, premium atau mewah menguasai segmen.
GAIKINDO, terutama untuk empat bulan pertama tahun 2011 (Januari-April), Jepang merek kontrol 95.6 persen dari mobil-mobil di negara ini. Kategori adalah kendaraan penumpang (sedan, SUV dan MPV) dan komersial (truk dan transportasi barang, termasuk pickup kabin ganda).
Lebih tepatnya, periode 4 bulan 201, merek Jepang telah mencapai penjualan 273,100 unit atau 95.6 persen dari total penjualan mobil dan truk di Indonesia 286,623 unit. Sisanya dibagi oleh merek dari Amerika Serikat (Ford, Chevrolet, Chrysler, Dodge), Korea Selatan (Hyundai, Kia), Jerman (Mercedes-Benz, BMW, Audi, VW, Smart, laki-LAKI), Malaysia (Proton), Cina (Chery, Geely, foton), UK (Land Rover, Jaguar, Bentley), Perancis (Peugeot) dan Swedia (Volvo). Berita ini juga dibaca dengan Orang yang Suka Artikel Mobil.
Jepang merek dijual di Indonesia Toyota, Daihatsu, Mitsubishi, Suzuki, Honda, Nissan, Mazda, Isuzu, Subaru, Hino dan UD Nissan Diesel (trucks dua terakhir) dan mewah, Lexus dari Toyota dan Infiniti dari Nissan.
Menghilang jika merek Jepang masih utuh di pasar Indonesia – sebelum Subaru telah menghilang – merek dari negara-negara lain yang benar-benar telah menghilang. Dari Korea Selatan, Ssangyong ini tidak lagi aktif. Sementara itu, dari Perancis, Renault dan Citroen. Volvo Swedia juga terus menyusut dalam dua bulan terakhir dan tidak lagi melaporkan penjualan.
Sebenarnya, ada merek mewah dari Eropa ke Indonesia, termasuk Porsche, Ferrari, Lamborghini, Alfa Romeo, Lotus, Rolls-Royce, dan Cadillac. Jumlah yang relatif kecil dan umumnya ditangani oleh distributor. Hal yang sama juga terjadi pada komersial, seperti Scania AB (Swedia) dan Renault (truk) dan Iveco (Italia).
Produsen Korea Selatan Korea Selatan Hyundai dan Kia, telah melihat Indonesia sebagai lembut target pasar produk mereka. Pertumbuhan penjualan yang terbukti sangat lambat. Sampai sekarang, produsen mobil Hyundai dan Kia masih sulit untuk merakit produknya di Indonesia sehingga konsumen dapat memperoleh harga yang kompetitif. Dua Korea merek mendapat hanya 1 persen, di bawah merek Amerika Serikat yang diperoleh 2.4 persen. Merek Jerman masih sangat kecil, hanya 1.3 sen.
Saat ini, tidaklah mudah bagi produsen mobil Korea untuk mengundang para pelaku untuk berinvestasi di Indonesia. Hyundai Mobil Indonesia yang merakit besar MPV, H-1 mendapat tantangan serius dari Korea. “Segera setelah ada berita dari Hyundai akan berkumpul mobil di Indonesia, datang protes dari Serikat pekerja di negara. Oleh karena itu, produsen Korea sangat hati-hati merakit produknya di negara lain.
Di sisi lain, model adalah produk yang dipasarkan secara global. Sebagai akibatnya, Indonesia harus berjuang selama kuota atau kuota dengan negara-negara lain. “Mereka masih kecil memadang pasar Indonesia dan membayar lebih banyak perhatian ke negara lain. Terutama Amerika Serikat. Itu sebabnya kita diberi kuota terbatas, “kata Hartanto Sukmono, direktur pemasaran pemasaran Kia Kia Mobil Indonesia.
Kondisi yang sama diakui Jongkie. “Meskipun mereka telah meningkatkan pasar kami, tetapi mereka lebih memperhatikan pasar atau permintaan dari negara lain. Akhirnya, meskipun kami telah menambahkan, mereka tidak dapat memenuhi, “ia menjelaskan. Faktor-faktor tersebutlah yang bahwa penyebab, Hyundai dan Kia dapat mengambil keuntungan dari momentum pertumbuhan di pasar Indonesia sangat tinggi, tahun lalu, tertinggi di Asean.
Misalnya, produk-produk terbaru seperti Hyundai Tucson, meskipun diperkenalkan tahun lalu, dapat hanya dipasarkan secara resmi bulan ini. Sementara itu, Kia target penjualan adalah hanya 1.000 unit Sportage All-baru berani yang baru diluncurkan tahun ini. Pada kenyataannya, produsen mobil Jepang yang mengalami memasok kekurangan.
Agak sedih, tidak Nasional merek yang lahir dari pertumbuhan pasar Indonesia yang besar. Serumpum negara Malaysia masih dapat dibanggakan, ternyata produk mereka bisa berada di Indonesia!
Penjualan eceran mobil berdasarkan asal-usul di Indonesia dari Januari – April 2011
No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: